Indah ketika kulihat senyumnya, andai aku yang membuatnya
tersenyum seperti itu, dan aku tahu itu sangatlah mustahil. Bibir tipisnya yang
terbuka ketika tertawa, sorot matanya yang hangat, ingin aku memilikinya. Kacamata
tipisnya, membuatnya tampil lebih dari seharusnya. Aku sadar, aku...
Mencintainya... Hanya keajaibanlah yang dapat menolongku, hanya keajaibanlah
yang dapat membuatku memilikinya. Karena cintaku, hanyalah sebuah cinta
terlarang.
xxxXXXxxx
Hari pertamaku menginjakkan kaki disini setelah liburan
panjangku, hari - hari yang kutunggu. Bukan karena aku senang belajar, tentu
saja bukan. Tetapi karena seseorang yang telah mencuri hatiku sejak hari
pertama aku menginjakkan kakiku disini. Seseorang yang takkan pernah bisa
kugapai, seseorang yang bukan milikku, seseorang yang kucintai, dan mirisnya,
dia sahabatku. Sekolahku yang berasrama membuatku harus meninggalkan rumahku selama
beberapa bulan, dan aku sangatlah tidak berkeberatan. Benar-benar bukanlah
keputusan yang salah aku memilih sekolah ini, Sekolah Menengah Atas berasrama
campuran. Dan disinilah aku bertemu dengannya, dan bersahabat dengannya.
